Minggu, 25 Februari 2024

15 : 53 : 09 WIB

Selamat Datang di
SPBE Kota Semarang

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kota Semarang

Sambutan

Walikota Semarang

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga Pemerintah Kota Semarang bisa menghadirkan portal SPBE Kota Semarang. Portal ini sekaligus menandai Kick Off Akselerasi Implementasi SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) Kota Semarang di Era Society 5.0. SPBE pada era sekarang bukan sesuatu pilihan tetapi merupakan suatu keharusan dalam mendukung pengelolaan dan penyelenggaran Pemerintahan. Seperti disampaikan Menteri Pendayaagunaan Apararatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB) Republik Indonesia bahwa diperlukan penguatan SPBE melalui penerapan Reformasi Birokrasi Tematik. ...Harapannya terciptanya birokrasi tangkas dan pelayanan publik berbasis digital untuk memudahkan rakyat yang berbasis struktur digital, budaya digital dan kompetensi digital pada birokrasi. Sehingga akan mewujudkan penerapan sistem kerja yang fleksibel. Fleksibilitas ini memungkinkan ASN bisa melaksanakan tugas di kantor maupun di rumah dan sistem kerja tersebut memerlukan dukungan TIK yang memadai agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik.
Penerapan SPBE Kota Semarang menjadi kunci dalam penegelolaan dan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi, oleh karena itu Saya mengajak seluruh jajaran Pemkot Semarang mulai dari diri saya sendiri dan Bapak Sekda sekaligus Ketua Tim Koordinasi SPBE, hingga staf dan Non ASN yang ada di Pemkot Semarang mulai tayang portal ini sekaligus kita Kick Off untuk akselerasi Implementasi SPBE Kota Semarang. Saya berharap SPBE ini akan dapat menjadikan salah satu penopang dari slogan "Semarang Rumah Kita". Melalui SPBE Kota Semarang akan dapat mensinergikan dan mensikronisasikan berbagai program-program TIK Pemkot Semarang seperti program: Reformasi Birokrasi, Smart City, Satu Data, Satu Peta, Penanganan Kemiskinan dan Stunting, Inovasi yang berbasis TIK, serta program-program lainnya. Portal SPBE yang dioperasionalkan menjadi perhatian kita semua, karena merupakan pintu masuk dan potret SPBE Kota Semarang. Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya portal SPBE ini. Semoga portal ini bisa bermanfaat untuk mendukung publikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kota Semarang, yang berguna untuk internal Pemkot Semarang dan eksternal para pemangku kepentingan pembangunan di Kota Semarang. Semoga Allah SWT selalu meridhoi niat luhur kita semua, Aamiin.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Layanan Pengaduan dan Pelayanan Darurat Kota Semarang

Berita Terkini

Terbaru !

...
Demi Kenyamanan Peziarah, Mbak Ita Resmikan Renovasi Makam Kyai Sholeh Darat

Upaya mewujudkan Kota Semarang sebagai salah satu destinasi wisata reliji terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Dalam rangka itu, Jumat (10/3) Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan pemugaran kompleks makam Kyai Haji Soleh Darat, di TPU Bergota. Menurut wali kota yang akrab disapa mbak Ita, pemugaran dilakukan sebagai upaya agar peziarah merasa nyaman dan khusyuk saat berdoa di kompleks pemakaman Kyai Haji Sholeh Darat. "Misi kami ke depan akan menjadikan Kompleks Mbah Sholeh Darat sebagai destinasi wisata religi. Sehingga fasilitas-fasilitas pendukung yang lain akan kami bangun," terang wali kota perempuan pertama di Kota Semarang. "Tentunya kita merasa bangga bahwa ada aulia di Kota Semarang yang menjadi guru dari tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga R. A. Kartini pernah mengaji di Mbah Kyai Sholeh Darat. Beliau adalah tokoh yang menjadi panutan bagi warga Kota Semarang," ujar Mbak Ita. "PR yang harus diselesaikan adalah masalah parkir karena selama ini kan banyak peziarah tidak hanya dari dalam kota tapi luar Kota Semarang, luar provinsi, bahkan mungkin luar pulau," imbuhnya. Mbak Ita menjelaskan, pemugaran ini telah lama direncanakan bahkan saat Hendrar Prihadi masih menjabat sebagai Wali kota Semarang. Dirinya berharap, pemugaran ini akan meningkatkan kunjungan wisata religi di ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu. "Pemugaran ini adalah program peninggalan Pak Hendi yang sebelum pemugaran ini selesai beliau diangkat menjadi Kepala LKPP RI," pungkas Mbak Ita. Sementara itu, Rois Suriyah PC NU Kota Semarang yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, KH Hanif Ismail mengatakan dipugarnya kompleks makam ulama legendaris Kota Semarang ini akan membuat nyaman para peziarah yang datang. "Semoga dengan dipugarnya kompleks makam seluas setengah hektar ini membuat para peziarah nyaman dan khusyuk dalam berdoa mendoakan Mbah Sholeh Darat dan berdoa untuk kebaikan peziarah sendiri," ujarnya saat peresmian. "Namun yang terpenting adalah, jangan hanya kompleks makamnya saja yang kita pelihara, namun pemikiran dan ajaran-ajarannya pula harus kita rawat," tandasnya.

...
Mbak Ita Minta Pengelola Pengaduan Sapa Mbak Ita Aktif dan Responsif

Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta para admin pengelola pengaduan pelayanan publik Sapa Mbak Ita untuk lebih aktif dan responsif dalam menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Hal itu diungkapkannya pada acara Bimbingan Teknis, Monitoring dan Evaluasi Pengelola Pengaduan Sapa Mbak Ita di Gedung Moch Ichsan lantai 8, Rabu (8/3). Perangkat daerah pun diminta aktif melakukan penyisiran guna mengecek kondisi yang ada di lapangan sebelum muncul adanya aduan dari masyarakat. “Sebelum dikomplain, jalan dan cek dulu untuk meminimalisir pengaduan yang masuk terutama bagi perangkat daerah yang sering diadukan oleh masyarakat seperti Dinas Perhubungan, DPU, Disperkim, PDAM, dan Satpol PP,” tegas perempuan yang akrab disapa Mbak Ita didepan 66 admin perwakilan masing-masing OPD. Pihaknya menyebut bahwa para admin pengelola pengaduan ini merupakan kepanjangan tangan, mata, dan telinga dari Mbak Ita selaku Wali kota dan Pemerintah Kota Semarang. “Maka saya minta teman-teman untuk lebih responsif dalam menanggapi aduan masyarakat baik di media sosial juga melalui sistem Sapa Mbak Ita ini. Responsif bukan berarti hanya memperhatikan kecepatan respon aduan namun juga kualitas jawaban yang diberikan kepada masyarakat, sebagai bentuk perhatian pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat yang mengalami kendala pelayanan publik,” lanjut mbak Ita. Dalam kesempatan tersebut, apresiasi diberikan oleh Wali kota perempuan di kota Semarang tersebut atas pengelolaan kolaboratif “Sapa Mbak Ita” yang menjadi satu-satunya kanal pengaduan yang terintegrasi dengan LaporGub. Dengan adanya integrasi tersebut, ragam serta jumlah aduan akan menjadi semakin banyak, sehingga Mbak Ita menghimbau tim pengelola pengaduan Sapa Mbak Ita melakukan kontrol preventif sebelum terjadi kendala bagi masyarakat. Sementara Kepala Diskominfo Kota Semarang, Soenarto, menambahkan bahwa untuk menjaga netralitas pengaduan dan menghindari persekusi, maka pihaknya secara tegas akan melindungi data pelapor. “Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan pengaduan mari tegakkan prinsip untuk tidak fokus kepada siapa yang melapor, melainkan pada konteks aduannya,” sambungnya. Tak lupa pihaknya mengingatkan para admin untuk segera menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang berstatus “selesai bersyarat”. “Selesai bersyarat ini merupakan aduan-aduan yang memerlukan perencanaan dan penganggaran khusus sehingga diasumsikan akan ditindaklanjuti pada tahun berikutnya. Untuk itu jangan lupa difollow up lagi, ibaratnya Selesai Bersyarat ini adalah hutang bagi OPD kepada masyarakat,” tandasnya. Monev Pengelolaan pengaduan ini secara rutin diselenggarakan setiap 3 bulan sekali guna mereview, merekap, dan memonitor progress pengaduan yang masuk ke kanal resmi Sapa Mbak Ita sehingga pengelolaan pengaduan dapat berjalan dengan optimal. Di akhir acara dilakukan juga Bimtek Pengelolaan Pengaduan melalui system “Sapa Mbak Ita” dan Lapor.go.id guna meningkatkan kecakapan para admin mengoperasikan sistem tersebut.

...
Mbak Ita Upayakan Percepatan Pembebasan Lahan untuk Penanganan Banjir

Upaya Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk mengatasi persoalan banjir terus berlanjut. Wali kota perempuan pertama di Kota Semarang tersebut menuturkan jika pihaknya masih terus mengupayakan pembebasan lahan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir di ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Kerusakan Insfrastruktur Sumber Daya Air dan Jalan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (8/3). “Kalau kami dari Pemerintah Kota Semarang ini anggarannya sudah disediakan. Sudah ada proses lelang sehingga sebenarnya pada tanggal pada bulan Desember ini kan kontraknya (pembebasan lahan) sudah ada. Nah diharapkan kan akhir Januari ini sudah selesai tapi ternyata sampai awal Maret ini masih negosiasi-negosiasi,” terang Mbak Ita, begitu dirinya akrab disapa. Mbak Ita menjelaskan, warga pemilik lahan belum setuju dengan harga appraisal yang diajukan karena dinilai kurang tinggi. Dirinya berharap kesepakatan harga ganti untung yang sesuai dapat segera didapatkan agar proses penanganannya segera berlanjut. Penanganan rob dan banjir sendiri telah menjadi isu prioritas Mbak Ita sejak awal dilantik sebagai wali kota Semarang. ”Makanya tadi saya minta kepada Dinas PU pokoknya minggu ini bisa selesai, Saya langsung sampaikan kepada Kepala BBWS untuk bisa mempercepat nilai yang final jadi berapa sehingga kita bisa segera membayarkan kepada masyarakat. Yang membiayai BBWS sehingga kami menunggu harga yang sudah final,” lanjutnya. Rapat Koordinasi Penanganan Kerusakan Insfrastruktur Sumber Daya Air dan Jalan itu sendiri dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar menyebut, keluhan masyarakat terkait banjir dan kerusakan jalan memenuhi aplikasi kanal aduan LaporGub. Ganjar meminta kepada seluruh pimpinan daerah untuk rajin melaporkan perkembangan penanganan karena perbaikan jalan memerlukan waktu. "Saya minta seluruh biaya pemeliharaan kalau perlu habiskan sekarang karena ini menjaga keselamatan rakyat. Maka saya minta laporan mereka, saya minta hitung jumlah lubangnya, progresnya dilakukan. Penting untuk menjelaskan ke masyarakat ini tidak bisa selesai langsung. Progres pengerjaan itu rakyat harus tahu, maka saya minta dilaporkan ke masyarakat," tandas Ganjar.

Galeri Kegiatan

;

SPBE Kota Semarang

Laman Resmi Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Kota Semarang.

Ikuti Kami

Sumber Informasi
Sumber Informasi
Sumber Informasi
Sumber Informasi
Sumber Informasi
Sumber Informasi
Sumber Informasi
scroll